Sabtu, 09 Juli 2022

3.3.a.10.2. Jurnal Refleksi - Minggu 24

 3.3.a.10.2. Jurnal Refleksi - Minggu 24


Dalam kegiatan refleksi minggu 24 ini, Saya menggunakan model 4F (Fact, Feeling, Finding and Future)


Fact (Peristiwa) 

  • Dipandu oleh fasilitator membuat rencana program atau kegiatan sekolah yang secara sengaja dirancang untuk mendorong tumbuhnya kepemimpinan murid dan terlibat secara aktif dalam diskusi dengan rekan-rekan CGP yang lain.
  • Melakukan Kolaborasi sesi diskusi presentasi kelompok.
  • Melakukan Refleksi Terbimbing
  • Melakukan Kegiatan demonstrasi kontekstual. Dalam kegiatan ini menyusun rumusan prakarsa perubahan bagi sekolah sendiri. Kemudian, menggunakan kerangka perubahan BAGJA (yang telah dipelajari pada modul sebelumnya) dengan menyusun pertanyaan dan apa yang harus dilakukan dalam setiap tahapan BAGJA.

Feeling (Perasaan) 

Setelah saya mempelajari materi tersebut, perasaan saya :
  • Bersyukur bisa belajar dan berbagi melalui pendidikan guru penggerak sampai dengan hari ini.
  • Bangga bisa memberikan kebermanfaatan pada sekolah dan komunitas ilmu dipendidikan guru penggerak.
  • Bahagia bisa berdiskusi dengan rekan-rekan CGP hebat.
  • Sedih pada modul akhir ini menandakan kegiatan PGP akan berakhir.

Finding (Pembelajaran) 

  • Mengembangkan ide menjadi sebuah prakarsa perubahan dalam bentuk rencana prgram atau kegiatan yang memanfaatkan model manajemen perubahan BAGJA dalam mengelola sekolah yang berdampak pada murid.
  • Bentuk program dan strategi memilih bentuk program yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan aspek-asepk dalam mengembangkan program dan manajemen resiko dan mengelola resiko menjadi sebuah potensi yang berorientasi pada pembelajaran murid serta prinsip monitoring, evaluasi dan implementasi dalam pengelolaan program.
  • Pengelolaan program yang berdampak pada murid tentang bentuk program sekolah sederhana dan membuat perencanaan program sekolah yang berdampak pada murid serta dalam pengelolaan program dengan strategi MELR dan manajemen resiko. 

Future (Penerapan) 

  • Menganalisis aset apa yang dapat dimanfaatkan dalam penyusunan program.
  • Merencanakan program yang berdampak pada murid dengan tahapan BAGJA.
  • Menerapkan manajemen resiko dan mengelola resiko menjadi sebuah potensi yang berorientasi pada pembelajaran murid.
  • Melakukan monitoring dan evaluasi dalam pengelolaan program. 

3.3.a.10.1. Jurnal Refleksi - Minggu 23

 3.3.a.10.1. Jurnal Refleksi - Minggu 23


Model Refleksi : Model 4F (Facts, Feelings, Finding, Future)


Facts

Modul 3.3 tentang Pengelolaan Program Berdampak Pada Murid. Di "Mulai Dari Diri", melakukan refleksi dengan menjawab beberapa pertanyaan tentang pengalaman saat terlibat dalam program atau kegiatan sekolah sewaktu bersekolah dahulu. Dilanjutkan dengan eksplorasi konsep, mempelajari tentang konsep kepemimpinan murid dan kaitannya dengan Profil Pelajar Pancasila, memahami tentang suara (voice), pilihan (choice) dan kepemilikan (ownership) murid, lingkungan yang menumbuhkan kepemimpinan murid. Saya dapat mempelajari bahwa kepemimpinan murid merupakan suatu pelatihan untuk meningkatkan kemampuan/kapasitas murid menjadi pemimpin pada proses pembelajarannya sendiri. Saya mempelajari bahwa murid memiliki apa yang disebut dengan "agency". Murid mendemonstrasikan "student agency" ketika mereka mampu mengarahkan pembelajaran mereka sendiri, membuat pilihan-pilihan menyuarakan opini, mengajukan pertanyaan dan mengungkapkan rasa ingin tahu, berpartisipasi dan berkontribusi pada komunitas belajar, mengkomunikasikan pemahaman mereka kepada orang lain, dan melakukan tindakan nyata sebagai hasil proses belajarnya. Saat murid menjadi pemimpin dalam proses pembelajaran mereka sendiri (murid memiliki agency), maka murid sebenarnya memiliki suara, pilihan, dan kepemilikan dalam proses pembelajaran mereka. Lewat suara, pilihan, dan kepemilikan inilah murid mengembangkan kapasitas dirinya menjadi seorang pemilik bagi proses belajarnya sendiri. Sebagai seorang pendidik, kita memfasilitasi mereka dengan menyediakan lingkungan yang menumbuhkan budaya dimana murid memiliki suara, pilihan, dan kepemilikan dalam apa yang mereka pikirkan, niat yang mereka tetapkan, bagaimana mereka melaksanakan niat mereka, dan bagaimana mereka merefleksikan tindakan mereka.


Feelings

Perasaan senang meliputi hati oleh karena dapat mempelajari dan menyadari bahwa pentingnya untuk memahami suara, pilihan, dan kepemilikan murid ini. Selama ini, dalam pembelajaran, suara, pilihan, dan kepemilikan murid ini sering diabaikan. Padahal untuk menumbuhkan kepemimpinan murid, ketiga aspek tersebut perlu dipertimbangkan dengan baik oleh guru.  Pilihan murid menjadi penting agar murid dapat mengambil kepemilikan atas pembelajaran mereka. Melalui pilihan dan kepemilikan, suara mereka dapat diwujudkan.


Finding

Saya mendapatkan pembelajaran berharga dalam modul ini bahwa suara, pilihan, dan kepemilikan murid memiliki dampak besar dalam menumbuhkembangkan kepemimpinan murid dalam proses belajar mereka sendiri. Ketiga aspek ini akan maksimal dalam penerapannya bila guru dapat memfasilitasi dengan lingkungan belajar yang baik yang dapat menumbuhkembangkan aspek-aspek ini secara otentik. Lingkungan belajar yang mendukung kepemimpinan murid ini mensyaratkan agar seluruh komunitas untuk ikut terlibat dalam prosesnya.


Future

Saya optimis bahwa saya dapat menjadi bagian dalam menyediakan lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembangnya kepemimpinan murid di sekolah dengan merancang sebuah program atau kegiatan sekolah ke depannya serta mendukung program/kegiatan sekolah yang sementara dilaksanakan apakah itu intrakurikuler, ko-kurikuler atau ekstrakurikuler untuk mempromosikan suara, pilihan, dan kepemilikan murid. Dan menggerakkan komunitas yang ada di dalam atau sekitar sekolah yang terkait (Pendidikan, Keluarga, dan  Masyarakat) untuk turut serta terlibat aktif dalam mendukung tumbuh kembangnya kepemimpinan murid.