Sabtu, 23 April 2022

3.1.a.10.1. Jurnal Refleksi - Minggu 17

 3.1.a.10.1. Jurnal Refleksi - Minggu 17


Oleh:
Nurudin CGP Angkatan 4 SMP Negeri 1 Jenar

Kabupaten Sragen

Pada  minggu ke-17 Penulis menyusun jurnal dengan menggunakan model Driscoll. Berikut Deskripsi jurnal refleksi minggu ke-17.


1. WHAT? (Deskripsi dari peristiwa yang terjadi)

 

Eksplorasi konsep mandiri

CGP membedakan dilema etika/ethical dilemma dengan bujukan moral/moral temptation dan mengidentifikasi jenis dilema berdasarkan 4 paradigma, baik dilema yang dihadapi orang lain maupun diri sendiri. Dalam Pembelajaran Eksplorasi konsep, CGP mengingat kembali peristiwa di mana CGP mengambil sebuah keputusan sulit. Keputusan sulit yang bisa termasuk keputusan dilema etika atau bujukan moral. Untuk mendalami lebih lanjut apa perbedaan keduanya, CGP mempelajari jenis-jenis dilema dan paradigma dalam pengambilan keputusan dengan terlebih dahulu menyimak pertanyaan pemantik dan menentukan nilai yang merupakan dilema etika dan bujukan moral.

Aktivitas lainnya CGP sebagai pemimpin pembelajaran memahami dan memilih 1 dari 3 prinsip dalam pengambilan keputusan yang memuat unsur dilema etika. Ada 3 prinsip dalam pengambilan keputusan yaitu : 

  1. Berpikir Berbasis Hasil Akhir
  2. Berpikir Berbasis Peraturan
  3. Berpikir Berbasis Rasa Peduli.

Selanjutnya pada kegiatan ini CGP melakukan wawancara kepada rekan sejawat mengenai studi kasus yang disajikandi LMS


Ruang kolaborasi pengerjaan (vicon)

Di aktivitas ini saya berbagi, berkolaborasi dan menerapkan keterampilan pengambilan keputusan berdasarkan 4 paradigma, 3 prinsip, dan 9 langkah pengujian. Kelompok saya mengambil Studi kasus nyata dari salah satu anggota kelompok dari jenjang SMK ,yang disepakati menjadi studi kasus kelompok untuk dianalisis.


2. SO WHAT? (Analisis dari peristiwa yang terjadi)

 Setelah menyelesaikan seluruh ketiga aktivitas di atas ada banyak pencerahan yang didapat oleh saya. Bahwa dalam pengambilan keputusan haruslah benar-benar teliti, cermat dan hati-hati. Pikiran focus tidak mengambil keputusan secara terburu-buru bahkan sudah dibuat keputusan pun harus tetap merefleksi kembali apakah keputusan yang kita ambil sudah benar-benar mewakili aspirasi seluruh pihak yang terlibat atau tidak. Cara yang kita ambil dalam mengambil keputusan adalah dengan 9 langkah pengujian pengambilan keputusan.

 

3. NOW WHAT? (Tindak lanjut dari peristiwa yang terjadi)

 Setelah melakukan aktivitas pembelajaran di minggu ke-17 ini saya akan coba mengaplikasikan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan terhadap setiap kasus yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari khususnya di sekolah. langkah-langkah ini merupakan salah satu upaya yang diambil untuk menciptakan kondisi yang lebih kondusif dan ideal sebagai imbas dari pengambilan keputusan yang tepat. Bahkan kemungkinan/resiko yang muncul akibat dari ketidaktepatan keputusan pun dapat diminimalisir. Dalam pengambilan keputusan yang benar-benar tepat dapat diperoleh dari melibat-aktifkan seluruh warga sekolah khusus komunitas praktisi. Keputusan yang diambil dari melibatkan seluruh elemen di sekolah akan mampu mengakomodir seluruh kepentingan, harapan dan keinginan semua pihak. Selanjutnya saya akan coba mensosialisasikan pengetahuan dan pengalaman saya terkait materi pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran di instansi tempat saya bekerja sehingga semua pihak terlibat dapat bergerak bersinergis mengambil keputusan yang tepat yang memberikan kemanfaatan bagi semua pihak.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar